PERPISAHAN TANPA PAMIT

Azkard aku masih mengigat kejadian itu, mengapa kamu harus tinggalkan aku tanpa ada kata perpisahan? mengapa?
Andai saat itu kita tidak pergi untuk menonton konser, andai saat itu aku tak cemburu atas pertemuanmu dengan delia hal ini tidak kan terjadi. sulit untuk melupakanmu kau tahu itu? aku masih sangat menyayangimu. aku sangat sangat merasa bersalah aku rasa aku adalah wanita paling buruk yang kau pilih.

Hai cerita diatas adalah pemikiranku 3 tahun yang lalu, Azkard adalah kekasihku, kami sudah menjalin hubungan 4 tahun lamanya, maka tak heran untuk melupakan dirinya butuh waktu yang sangat lama. jika kuingat kembali kisah itu berat rasanya. namun kisah itu tidak akan pernah hilang dari ingatanku. 

Malam itu aku tak menyangka akan menjadi pertemuanku dengan Azkard yang terakhir, sejujurnya firasatku mengatakan akan ada hal tidak menyenangkan yang menimpa kami, namun ku abaikan pemikiran itu dan lanjut ikut dengan Azkard untuk menonton salah satu konser band. saat tengah asik menikmati lagu yang dibawakan, Azkard didatangi oleh perempuan cantik yang ku dengar samar samar bernama delia. aku tak tahu ada hubungan apa antara Azkard dengan delia saat itu, tapi diposisi itu aku merasa tak senang akan kehadiran  delia dan tak tahu apa yang mempengaruhi pemikiranku untuk meninggalkan Azkard karena mereka sangat sibuk bercengkrama.

Tak berapa lama kemudian Azkard menyusulku dia bertanya "hei mengapa kamu pergi gitu aja?" aku pun langsung menjawab "ya kamu toh sibuk banget ngobrol sama dia, sampai ga memperdulikan aku" dia pun menjawab "oalah kamu ga perlu khawatir dia cuma sahabat aku dari kecil" aku pun menimpal pernyataan itu "oh sahabat... memang ada ya sahabat yang tidak memiliki perasaan? entah itu kamu atau dia! lagi pula selama ini kita menjalin hubungan kamu tidak pernah menceritakan delia" belum sempat Azkard menjawab aku langsung berkata "udah sekarang aku mau pulang, aku udah ga mood ada disini" sambil menuju ke arah parkiran motor Azkard.

Diperjalanan kami tidak mengucapkan satu patah kata apapun. saat sampai dirumahku aku langsung masuk ke dalam rumah tanpa ada berpamitan atau kata kata perpisahan yang sering kami ucapkan satu sama lain. mungkin saat itu aku merasa cemburu dan dirinya pun merasa tersinggung atas ucapanku saat di lokasi konser tadi. hingga saat aku sampai dikamar aku baru tersaadar helm yang kugunakan adalah milik Azkard yang memang dipinjamkan untukku.  jadi saat itu Azkar menaiki motor tanpa helm, sempat ada rasa khawatir dibenakku namun karena terbakar oleh api cemburu aku tak menghiraukan pikiran pikiran aneh itu.

Malam berganti menjadi pagi tepat jam 05.00 aku terbangun dan entah apa yang mendorongku untuk mengintip dijendela kamarku aku melihat Azkard yang mematung wajahnya yang lesu dan pucat. saat ku hampiri ke depan rumah dengan tujuan mengembalikan helm yg lupa ku kembalikan Azkard tiba tiba saja  Azkard menghilang. ku pikir dia sudah pergi, hingga sejam kemudian tepatnya jam 06.00 Azkard menelponku aku langsung bergegas mengangkat telepon darinya tujuanku aku ingin meminta maaf atas kesalahpahaman yang ku lakukan kemarin malam.

"iya kenapa Az?" tanyaku, lalu suara tak asing menjawab "Adriana ini tante, ada kabar buruk"ya itu bunda Azkard beliau sambil menangis melaporkan hal itu. "kabar buruk apa tante?" tanyaku "Azkard, Azkard kecelakaan tadi malam selepas mengantar kamu pulang, cepat kemari ya nak, tante butuh kamu" aku mendengar hal itu langsung menutup telepon dan tanpa ba bi bu be bo langsung menuju rumah Azkard. saat sampai disana aku sudah melihat kerumunan orang dan terdapat bendera kuning, yang aku tahu itu menandakan apa. namun aku masih berpositif thingking. aku langsung memeluk bunda Azkard dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. 

Bunda Azkard menceritakan semuanya bahwa setelah mengantarku pulang Azkard mengalami kecelakaan yang diakibatkan tertabrak truk yang melaju kencang ditambah lagi dirinya yang tak menggunakan helm, Azkard meninggal ditempat sekitar jam 00.00. aku yang mendengar kenyataan itu ingin pingsan rasanya air mata tak terbendung lagi kehadiranku disana penuh dengan kesedihan. akhirnya dengan berat hati aku melepaskan kekasihku yang paling aku cintai untuk mengantarkannya ke peristirahatan terakhirnya.

Aku menyesal mengapa malam itu aku harus cemburu dan tidak bisa menghabiskan waktu sebaik mungkin bersama Azkard. kini hanya penyesalan yang ada. mungkin memang itu jalan hidup Azkard. terimakasih Azkard kamu sempat hadir pagi itu mungkin itu cara kamu untuk mengucapkan perpisahan. maafkan aku yang terlalu egois, satu satunya kenangan ada pada helm yang kamu pinjamkan pada ku malam itu.

END

by : RESTU JOURNAL

Komentar